Bitung, AGRINEWS – Potensi ikan tuna di Provinsi Gorontalo, kembali mendapat pengakuan dari pelaku industri perikanan nasional.
Kualitas tuna dengan ukuran yang relatif besar serta pasokan yang terus terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi industri pengolahan dan eksportir tuna, sekaligus membuka peluang investasi untuk pengembangan hilirisasi perikanan di Provinsi Gorontalo.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, bersama manajemen PT. Benteng Laut Sejahtera (BLS), salah satu perusahaan eksportir tuna ke Amerika Serikat yang beroperasi di Kota Bitung.
Dalam pertemuan itu, PT BLS menyampaikan bahwa tuna asal Gorontalo memiliki kualitas yang sangat baik dengan ukuran rata-rata berkisar 30 hingga 70 kilogram per ekor.
Karakteristik tersebut menjadi keunggulan tersendiri yang menjadikan tuna Gorontalo memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.
Pihak perusahaan berharap, kontinuitas pasokan tuna dari Gorontalo dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Untuk menjamin ketersediaan bahan baku, PT. BLS telah membangun kemitraan dengan sejumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) atau mini plant di Gorontalo yang berfungsi sebagai titik pengumpulan hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan ke Bitung.
Selain itu, perusahaan juga aktif memberikan pendampingan kepada nelayan melalui kerja sama dengan Asosiasi Perikanan Pole and Handline Indonesia (AP2HI) dalam bentuk sosialisasi serta fasilitasi pengurusan Pas Kecil bagi nelayan di Kecamatan Batudaa Pantai dan Kecamatan Bilato.
Kegiatan ini melibatkan Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mulai dari proses pengukuran kapal hingga penerbitan dokumen, sehingga nelayan dapat menjalankan aktivitas penangkapan secara legal dan tertib.
Pihak PT. BLS berharap pemerintah terus mendorong modernisasi armada penangkapan tuna milik nelayan Gorontalo melalui peningkatan ukuran kapal dan pemanfaatan teknologi yang lebih modern.
Dengan armada yang lebih memadai, nelayan diharapkan mampu menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh sehingga produksi dan suplai tuna dari Gorontalo dapat terus meningkat.
Sementara itu, Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan industri terhadap kualitas tuna Gorontalo.
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa komoditas perikanan Gorontalo memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan industri pengolahan hasil perikanan.
“Kami mengundang PT Benteng Laut Sejahtera maupun investor lainnya untuk berinvestasi di Provinsi Gorontalo, khususnya dalam pembangunan industri pengolahan tuna. Selama ini kualitas tuna Gorontalo telah diakui pasar, sehingga sudah saatnya nilai tambah komoditas ini juga dinikmati di daerah melalui pengembangan industri pengolahan,” imbuh Aryanto (17/7/26).
Aryanti menambahkan, pengembangan industri pengolahan tuna sejalan dengan kebijakan hilirisasi sektor perikanan yang menjadi bagian dari Program Unggulan Agromaritim Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Menurutnya, semakin berkembangnya investasi di sektor pengolahan akan mendorong terciptanya lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, serta memperkuat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
(Sumber: infopublik.id)
