Bogor, AGRINEWS – Selain memamerkan teknologi dan inovasi, sejumlah seminar akan digelar di arena pameran ILDEX Indonesia 2026. Penyelenggaranya terdiri dari lembaga pemerintah, asosiasi, media, dan perusahaan peserta pameran.
Majalah AGRINA menggelar dua seminar, yakni tentang bioekonomi dan ekosistem perberasan yang berkelanjutan.
Topik “Masa Depan Pertanian Tropis: Huluisasi dan Hilirisasi untuk Bioekonomi Bernilai Tinggi” akan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, pukul 12.00- 17.00 di Horti Hall Conference Room, Hall 5-6.
Acara menghadirkan Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., pakar agribisnis sebagai pengantar seminar. Bungaran akan memberikan perspektif strategis mengenai arah pembangunan pertanian tropis dan cara Indonesia dapat membangun bioekonomi yang tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Dari jajaran pemerintah, tampil Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., Dirjen Hortikultura, Kementan. Dirjen akan memaparkan kebijakan bidang hortikultura. Bidang ini memainkan posisi strategis dalam pengembangan bioekonomi tropis karena mencakup beragam komoditas dengan karakteristik nilai ekonomi tinggi.
Sementara dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diwakili Dr. Puji Lestari, S.P., M.Si., Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan yang bicara tentang pengembangan teknologi dan inovasi genetika menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing pertanian tropis.
Kalangan dunia usaha diwakili Jap Hartono, Presdir PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. yang akan menjabarkan pengembangan industri kelapa sawit dan upaya hilirisasinya. Sedangkan Ade Wardhana Adinata, CEO PT Minaqu Indonesia, akan mengungkap peluang bisnis komoditas tanaman hias.
Seminar kedua “Rice Resilience Forum 2026: Membangun Ekosistem Perberasan Indonesia yang Berdaya Saing, Tangguh terhadap Perubahan Iklim, dan Berkelanjutan dari Hulu hingga Hilir.” Acara berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, pukul 12.00- 17.00 di tempat yang sama.
Prof. Bungaran kembali tampil sebagai pengantar seminar dilanjutkan Gunawan, S.P., M.Si., Dirjen Tanaman Pangan Kementan, yang membicarakan kebijakan dan inovasi peningkatan produksi tanaman pangan khususnya beras.
Inovasi dan regenerasi petani dihadirkan oleh Amri Ilmma, CEO Edufarmers. Lembaga ini mengedukasi petani agar mereka bertanam dengan metode berkelanjutan, hemat air, minim limbah, dan memperoleh keuntungan lebih besar.
Di sisi hilir, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., Direktur Pengadaan Perum BULOG, mengupas pengadaan dan ketersediaan beras nasional.
Pengamat pertanian Khudori akan membahas ketahanan ekosistem perberasan juga berkaitan dengan tata niaga, insentif ekonomi bagi petani dan hubungan antarpelaku dalam rantai pasok.
