Home
Berita  

DURIAN: 1.000 Buah Durian Ramaikan Puncak Selamatan Desa Kronto, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

1.000 buah durian yang dijadikan gunungan memeriahkan puncak selamatan desa yang digelar masyarakat Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

1.000 Buah Durian Meriahkan Puncak Selamatan Desa di Pasuruan, Jawa Timur (Sumber: infopublik.id)

Pasuruan, AGRINEWS – 1.000 buah durian yang dijadikan gunungan memeriahkan puncak selamatan desa yang digelar masyarakat Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan ini digelar di Halaman Balai Desa Kronto (5/4/2026).

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit, bila dibandingkan tahun 2025 lalu dengan 5.000 buah durian.

Selamatan desa menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan saat musim durian tiba, selama dua hari berturut-turut.

Hari pertama, diisi dengan khataman Al-Qur’an dilanjutkan doa dan tahlil.

Sedangkan di hari kedua, tasyakuran dengan menghadirkan gunungan durian sebagai pamungkas acara selamatan desa.

Kepala Desa Kronto, Sodin mengatakan, penurunan jumlah durian yang dipajang dalam gunungan, karena hasil panen yang tidak maksimal.

Banyak pohon durian yang terkena penyakit serta curah hujan yang begitu lebat sehingga durian rontok, bahkan gagal berbuah.

Selamatan desa biasanya digelar pada bulan Ruwah alias sebelum Ramadan.

Namun karena waktunya terlalu mepet, maka diundur setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H.

“Biasanya ruwah, sebelum puasa, karena mepet akhirnya diundur jadi sekarang ini,” ujar Sodin dalam siaran tertulis Pemkab Pasuruan, pada hari Senin (6/4/2026).

Selain gunungan durian, setiap RT di Desa Kronto juga memamerkan satu buah ancak yang berisi hasil bumi.

Total ada 22 ancak yang dibawa keliling desa sebelum diperebutkan warga saat selamatan desa.

“Setiap satu RT membawa satu ancak. Isinya bebas, yang penting hasil bumi di Lumbang atau khasnya Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengapresiasi langkah Pemdes Kronto yang senantiasa melestarikan tradisi selamatan desa sebagai agenda tahunan.

Rusdi berharap, tradisi ini tetap dipertahankan di tahun-tahun berikutnya, khususnya dengan menghadirkan buah durian yang jauh lebih banyak.

“Harapannya, semoga desa kronto menjadi desa yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Warganya damai, aman sentosa dan selamat, tanamannya semakin subur dan buahnya semakin melimpah biar tahun depan bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya.

(Sumber: infopublik.id)

Exit mobile version