Pasuruan, AGRINEWS – Budi daya burung puyuh merupakan salah satu potensi bisnis peternakan yang menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia, termasuk di Desa Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Di sini, peluang tersebut diambil oleh Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Berkah Bersama.
Sejak tahun 2023, Bumdes mulai mengembangkan budi daya burung puyuh di lahan yang cukup luas dengan kandang yang representatif, dengan sistem terbuka dan tertutup.
Kepala Desa Kandung, Adif Lutfi Mubarok mengatakan, jumlah burung buyuh yang dibudidayakan mencapai 30 ribu ekor.
Dari jumlah tersebut, 10 ribu ekor diantaranya sudah dinyatakan afkir, sehingga tak bisa menghasilkan telur secara maksimal.
“Sisanya sekarang ada 20 ribu ekor burung puyuh, dan untuk yang 10 ribu ekor sudah afkir,” ujar Adif di sela-sela meninjau produksi telur puyuh (18/2/2026).
Dalam sehari, puluhan ribu ekor burung puyuh tersebut bisa menghasilkan 2 kwintal telur puyuh.
Telur-telur tersebut sudah siap dipasarkan dengan harga yang sudah disepakati.
“Kebetulan ada retail di salah satu daerah di Jawa Timur yang sudah tanda tangan kontrak dengan kami. Jadi ngambilnya seminggu sekali antara satu sampai satu setengah ton telur,” ungkapnya.
Banyaknya telur yang dihasilkan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bibit, pakan, hingga kualitas kebersihan kandang itu sendiri.
Menurut Adif, beternak burung puyuh memiliki banyak keuntungan.
Diantaranya mampu berproduksi dalam usia muda dengan produktivitas telur yang tinggi, dalam artian memiliki masa produksi yang panjang hingga 18 bulan.
Selain itu ternak burung puyuh tidak memerlukan lahan yang luas, modal usaha yang dibutuhkan relatif lebih murah, serta memiliki pangsa pasar yang luas dengan harga yang relatif stabil.
“Permintaan pasar sangat tinggi dan produksi telur puyuh yang ada saat ini belum bisa mencukupi kebutuhan atau permintaan telur puyuh yang ada di Kabupaten Pasuruan maupun daerah lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu Camat Winongan, Ganis Subintang menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk bisa membantu desa-desa yang potensial.
Apalagi pada tahun 2025 lalu, Bumdes Berkah Bersama Desa Kandung mendapatkan bantuan program desa berdaya dari DMPD Provinsi Jatim sebesar Rp 100 juta.
“Oleh Bumdes dimanfaatkan untuk penambahan populasi burung puyuh dan kebutuhan lainnya. Ini keren sekali karena betul-betul serius dalam mengembangkannya sampai jadi besar seperti sekarang,” tuturnya.
Secara kontekstual, peternakan burung puyuh tidak hanya menguntungkan secara individu, tapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian desa secara keseluruhan.
Dengan bertani puyuh, banyak hal positif yang bisa terwujud. Diantaranyaa menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memaksimalkan potensi sumber daya lokal.
“Endingnya bisa dijadikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) dan berkontribusi bagi pembangunan di desanya,” pungkasnya.
(Sumber: pasuruankab.go.id)
