Magelang, AGRINEWS – Seorang petani muda di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sukses mengembangkan tanaman buah kelengkeng secara organik dengan kualitas unggul berukuran besar, dagingnya tebal namun bijinya kecil.
Berkat kerja kerasnya, ia pun meraup untung.
Banyak pula yang datang untuk belajar budi daya kelengkeng tersebut.
Adalah Muhammad Prabowo, petani kelengkeng organik asal Desa Ngentak, Kelurahan Sanden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ia mulai merasakan prospek dari budi daya buah kelengkeng jenis New Kristal atau kelengkeng kateki berkualitas, dengan sedikit perawatan.
Memanfaatkan lahan seluas 8.000 meter persegi, petani muda ini rutin memanen buah kelengkeng unggulan yang ditanam pada lahan berpasir khas lereng Gunung Merapi.
Sekitar 70 pohon kelengkeng, rutin dipupuk secara organik semprot menggunakan pupuk cair yang merupakan inovasi kelompok tani lokal.
Hasilnya, masing-masing pohon terlihat berbuah cukup lebat.
Dari pola perawatan organik itu, buah kelengkeng itu juga memiliki rasa manis, sedikit air, ukurannya juga lebih besar jika dibanding kelengkeng lain.
Selain itu, daging buah kelengkengnya juga lebih tebal dengan biji relatif kecil.
“Itu karena perawatan menggunakan pupuk cair seminggu lima kali dan menjaga kebersihan dari rumput rumputan,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.
Menurut Prabowo, pola perawatan organik mulai dilakukan pada akhir tahun 2020, dengan prinsip dasar mengolah limbah tanaman untuk tanaman.
Selain penyemprotan pupuk organik cair, juga diterapkan manajemen filter sumber air lokal ke kolam ikan.
Hal itu untuk menetralisir pestisida, maupun zat kimia lain dari luar.
Sedangkan limbah tanaman seperti daun, dan lainnya dikelola menjadi unsur hara dikembalikan ke tanah.
Hasil panen kelengkeng dari masing-masing pohon, rata-rata menghasilkan hingga 60-70 kg buah dengan harga jual Rp60.000/kg.
Permintaan kelengkeng organik, sangat tinggi.
Ia mengaku kekurangan stok untuk memenuhi permintaan dari berbagai daerah.
“Pangsa pasar bagus, orang selalu tertarik. Pasaran umum ke Jakarta masih kekurangan,” imbuhnya.
Keseriusan terhadap pertanian organik, juga mendapat dukungan dari istrinya, Endang Tri Purwani.
Keberhasilan budi daya kelengkeng secara organik ini, juga tak hanya dinikmati sendiri.
Tak jarang, masyarakat dari luar daerah rela berkunjung ke kebun kelengkeng Prabowo ini.
Tujuannya untuk melihat dan belajar langsung tentang pola budi daya tanaman kelengkeng organik secara murah, mudah, dan menjanjikan.
“Ini tentang pengolahan limbah untuk kehidupan dari tanaman ke tanaman, termasuk pengolahan limbah pengunjung dimanfaatkan,” pungkas Prabowo.
(Sumber: beritamagelang.id)
