Sleman, AGRINEWS – 15 calon wisudawan Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis, Universitas Janabadra, Yogyakarta mendapat pengalaman berharga sebelum prosesi wisuda pada bulan Agustus 2025 ini.
Mereka mengikuti pembekalan singkat di Joglo Tani, Mandungan I, Kelurahan Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (26/8/2025).
Kegiatan ini dirancang untuk mengingatkan kembali filosofi seorang petani yang kini mulai memudar di benak generasi muda, terutama kaum milenial.
Pemilik sekaligus mentor Joglo Tani, TO Suprapto, menekankan pentingnya memahami sistem Integrated Farming Berkelanjutan atau pertanian terpadu.
Sistem ini menggabungkan usaha tani tanaman pangan, peternakan, perikanan, hingga agroforestri dalam satu lahan yang saling mendukung.
“Integrated Farming adalah pertanian yang ekologis, ekonomis, dan sosial. Dengan cara ini petani bisa mencapai keberlanjutan jangka panjang tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip utama pertanian berkelanjutan ini meliputi diversifikasi usaha tani, pemanfaatan limbah menjadi sumber daya (zero waste), efisiensi produktivitas, hingga keberlanjutan sosial dan ekonomi.
Sebagai contoh, kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk tanaman, limbah tanaman dapat menjadi pakan ternak atau ikan, sementara air kolam ikan yang kaya nutrisi dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.
Suprapto menambahkan, citra petani harus diubah.
“Petani sekarang ini tidak identik dengan kotor dan miskin. Justru petani menjadi garda terdepan dalam menjaga pangan dan kesejahteraan keluarga. Jangan malu jadi petani, banyak yang sukses karena ketekunan dan aksi nyata,” ungkapnya.
Acara pelepasan calon wisudawan ini, turut dihadiri Rektor Universitas Janabadra Yogyakarta, dosen Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis, Ikatan Alumni, serta mahasiswa dan pelajar magang di Joglo Tani.
Melalui pembekalan ini, para calon sarjana pertanian diharapkan membawa semangat baru untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
(Sumber: infopublik.id)