Home
Berita  

PASOKAN PANGAN: Jelang Idulfitri, Stok Daging dan Telur di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Aman

Hasil pemantauan di pasar menunjukkan pasokan daging sapi, ayam, dan telur masih tersedia dengan harga yang relatif stabil.

Pantauan Harga dan Ketersediaan Pangan di Pasar Tohaga Cibinong, Kab. Bogor (Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id)

Bogor, AGRINEWS – Jelang Hari Raya Idulfitri 2026, masyarakat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan asal hewan.

Hasil pemantauan di pasar menunjukkan pasokan daging sapi, ayam, dan telur masih tersedia dengan harga yang relatif stabil.

Kementerian Pertanian RI bersama Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan pemantauan harga serta ketersediaan komoditas pangan di Pasar Tohaga, Cibinong, Kabupaten Bogor (16/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Melly Kamelia, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang wajar menjelang Lebaran, ketika permintaan terhadap produk pangan asal hewan biasanya meningkat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga daging sapi di Pasar Cibinong berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Harga ini masih berada pada batas maksimal Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp140 ribu per kilogram.

Para pedagang menyebutkan pasokan daging sapi berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Tapos serta sebagian lainnya dari RPH Cibinong.

Hingga saat ini, distribusi dinilai berjalan lancar sehingga stok di pasar tetap terjaga.

“Untuk harga daging sapi sekarang di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Stok masih aman, pasokan juga masih lancar dari RPH,” ujar seorang pedagang.

Sementara itu, harga daging ayam ras di pasar tersebut terpantau berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

Harga tersebut juga masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yaitu maksimal Rp40 ribu per kilogram.

Para pedagang menyatakan, sebagian besar ayam yang dijual di pasar berasal dari peternakan di wilayah Kampung Kandang, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda menegaskan, pemerintah tidak akan mentoleransi penjualan daging yang melampaui HAP yang telah ditetapkan.

“Laporkan saja ke tim Satgas Saber (Satgas Sapu Bersih). Jika terbukti ada pelanggaran harga, biar mereka ditangkap,” imbuh Agung di sela acara buka puasa bersama Mentan (11/3/2026).

Secara nasional, pemerintah memastikan pasokan pangan strategis tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Pengawasan terhadap harga dan distribusi pangan juga diperkuat melalui posko Satgas Saber Pangan di berbagai daerah.

(Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id)

Exit mobile version