Home
Berita  

MELON: Bakal Jadi Ikon Desa, Hasil Panen Kedua Melon BUMDes Depok, Batang, Lebih Baik

“Hasil panen kali ini lebih baik dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 80 persen, karena saat itu terkendala faktor cuaca,” ujarnya di Greenside Farm Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang (1/5/2026)

Panen Melon di Greenside Farm Desa Depok, Kab.Batang, Jawa Tengah (Sumber: infopublik.id)

Batang, AGRINEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali mencatat hasil positif dalam panen melon kedua.

Ketua BUMDes Depok, Deni Choeruli mengatakan, tingkat keberhasilan tanaman pada panen kali ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Tingkat populasi tanaman tercatat mencapai 85 hingga 87 persen, dengan tingkat keberhasilan hidup hingga 90 persen.

“Hasil panen kali ini lebih baik dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 80 persen, karena saat itu terkendala faktor cuaca,” ujarnya di Greenside Farm Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang (1/5/2026).

Pada panen kedua ini, BUMDes Depok juga memperkenalkan dua varietas melon baru kepada masyarakat, yakni Petraveni dan Sekitro.

Varietas Petraveni memiliki tekstur lebih renyah, sedangkan Sekitro memiliki daging buah berwarna putih dengan tingkat kerenyahan sedang.

Sementara itu, varietas Intanon yang biasanya menjadi favorit pasar, belum memasuki masa panen.

“Dari sisi pemasaran, antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Pemesanan melon sudah dilakukan sejak dua hari sebelum kegiatan open farm, sehingga saat hari pelaksanaan hanya tersisa sedikit buah yang belum terjual. Melon premium hasil budidaya BUMDes Depok ini dipasarkan dengan harga Rp30 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan melakukan ekspansi lahan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjadikan melon sebagai ikon unggulan Desa Depok.

Sementara itu, Kepala Desa Depok, Kaminoto menilai, kualitas panen kedua ini mengalami peningkatan signifikan dibanding panen pertama.

“Ini berkat pengalaman dan evaluasi dari panen sebelumnya, terutama dalam menjaga kesehatan tanaman,” imbuhnya.

Pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDes, termasuk dalam pengelolaan usaha pertanian.

“Selain itu, pemerintah desa juga tengah menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi potensi pencurian hasil panen, di antaranya dengan rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) setelah jaringan internet tersedia,” tuturnya.

Kaminoto berharap, keberhasilan BUMDes Depok dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

(Sumber: infopublik.id)

Exit mobile version