Home

PADI: Panen Raya di Asiki, Boven Digoel Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan

Bupati Boven Digoel, Papua Selatan, Roni Omba melaksanakan panen raya padi bersama Kelompok Tani Karya Makmur di Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan

Panen Raya Padi di Boven Digoel, Papua Selatan (Sumber: infopublik.id)

Boven Digoel, AGRINEWS – Bupati Boven Digoel, Papua Selatan, Roni Omba melaksanakan panen raya padi bersama Kelompok Tani Karya Makmur di Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Panen dilakukan dalam rangka kunjungan kerja, sekaligus memastikan pengembangan sektor pertanian berjalan optimal.

Panen raya ini menjadi bukti keberhasilan petani dalam mengelola lahan pertanian di Distrik Jair, khususnya Kampung Asiki, yang terus berkembang sebagai salah satu sentra produksi padi di daerah tersebut.

Bupati Roni Omba berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui proses pengelolaan lahan, mulai dari tahap pengolahan hingga hasil produksi.

“Kami ingin memastikan bahwa petani benar-benar mendapatkan pendampingan dari dinas terkait, sehingga hasil pertanian bisa terus meningkat,” ujarnya (16/3/2026).

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, M. Mukhlisin Alahudin menambahkan, penanaman padi dimulai sejak 18 Desember 2025 dengan menggunakan varietas Inpari 32 bantuan dari pemerintah, yang kini telah memasuki masa panen dengan hasil memuaskan.

“Bibit yang kami gunakan adalah varietas Inpari 32 bantuan dari Dinas Pertanian, dan hasilnya cukup baik bagi petani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah melalui penyediaan pupuk bersubsidi berjalan lancar sehingga tidak menjadi kendala dalam proses budidaya.

Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor turut membantu mempercepat pengolahan lahan.

Kegiatan pertanian padi di Kampung Asiki telah berlangsung sejak tahun 2017.

Pada lahan seluas sekitar 1,4 hektare, petani mampu menghasilkan kurang lebih 800 kilogram padi dalam satu kali panen, dengan intensitas tanam dua kali dalam setahun.

Sejauh ini, petani masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya banjir yang kerap merendam lahan serta keterbatasan fasilitas penggilingan padi.

Mukhlisin mengatakan, lahan yang dikelola saat ini, merupakan lahan pribadi milik petani.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membantu perluasan lahan pertanian serta penyediaan alat dan mesin tambahan seperti traktor dan mesin tanam.

Bupati Roni Omba memberikan perhatian terhadap keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam sektor pertanian.

Ia mendorong masyarakat lokal agar lebih aktif terlibat dalam kelompok tani, khususnya pada budi daya padi.

“Kita harapkan masyarakat OAP bisa lebih banyak dilibatkan, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” imbuhnya.

(Sumber: infopublik.id)

Exit mobile version