Sukoharjo, AGRINEWS – Ratusan petani yang tergabung dalam Gapoktan Sari Tani di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengikuti panen raya bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (24/6/2026).
Di tengah deru mesin combine harvester yang memanen padi, para petani bersukaria.
Ketua Gapoktan Desa Gentan, Joko Mursito mengatakan, wilayah pertanian yang dikelola kelompoknya memiliki hamparan sekitar 264 hektare, dengan jumlah petani lebih dari 100 orang.
“Alhamdulillah, hari ini panen bersama Bapak Gubernur Jawa Tengah serta Bapak Ibu Bupati dan Wali Kota Solo Raya. Untuk musim tanam kedua hasilnya lebih dari enam ton per hektare, karena masih dipengaruhi musim hujan, tetapi tetap cukup baik,” ujarnya.
Melihat hasil kali ini, para petani optimistis menghadapi musim tanam berikutnya mulai tanggal 10 Juli 2026 mendatang.
Ia berharap, panen pada Oktober nanti bisa lebih tinggi, karena berlangsung saat musim kemarau.
“Kalau cuaca mendukung seperti tahun 2025, kami berharap hasil bisa kembali di atas satu kilogram per meter persegi,” ungkapnya.
Tak hanya panen, momentum tersebut juga dimanfaatkan petani untuk berdialog langsung dengan gubernur.
Sejumlah usulan disampaikan, mulai kebutuhan sumber air untuk MT III, listrik untuk sumur pertanian, tambahan combine harvester, hingga perbaikan jalan usaha tani.
Respons pemerintah dinilai memberi rasa tenang bagi petani.
“Alhamdulillah petani Desa Gentan senang, karena aspirasi kami langsung ditangkap Pak Gubernur. Kami merasa diperhatikan dan nyaman,” imbuh Joko.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan, panen raya di Sukoharjo menerapkan pola percepatan tanam melalui sistem terintegrasi.
Setelah panen menggunakan combine harvester, lahan langsung diolah dengan rotavator atau traktor, kemudian dilakukan penyemprotan dekomposer menggunakan drone agar kondisi tanah cepat pulih dan siap ditanami kembali.
“Jadi tidak perlu menunggu lama. Habis panen langsung olah tanah dan dilanjutkan tanam lagi. Dengan pola ini indeks pertanaman bisa meningkat,” tuturnya.
(Sumber: jatengprov.go.id)
















