PADI: Ketika Para Pejabat di Jakarta Selatan Menanam Padi di Galon Bekas….

"Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk untuk tanaman padi, sedangkan sampah anorganik seperti galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam," ujarnya pada hari Senin (27/7/2026)

Penanaman Padi Menggunakan Galon Bekas di Jaksel (Sumber: beritajakarta.id)
banner 120x600

Jakarta, AGRINEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan penanaman padi, menggunakan 1.200 galon bekas di RPTRA Belimbing, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan permukiman.

banner 325x300

Inovasi ini juga menggabungkan pengelolaan sampah dengan kegiatan budi daya tanaman pangan.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, penanaman padi menggunakan media galon merupakan inovasi Kelurahan Pasar Minggu.

Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membantu menekan laju inflasi.

“Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk untuk tanaman padi, sedangkan sampah anorganik seperti galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam,” ujarnya pada hari Senin (27/7/2026).

Syafrin mengatakan, berdasarkan hasil uji coba awal sebanyak 350 galon telah mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah.

Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi pemanfaatan lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat secara mandiri.

Selain tanaman padi, program tersebut nantinya akan dikembangkan dengan menanam berbagai komoditas lain, seperti palawija, cabai, dan pakcoy.

Keberhasilan program di Kelurahan Pasar Minggu, direncanakan juga untuk direplikasi ke kelurahan lain di wilayah Jakarta Selatan.

“Semoga pola tanam mandiri dan pengelolaan sampah ini dapat diterapkan secara masif di seluruh wilayah Jakarta Selatan sehingga kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan meskipun dengan keterbatasan lahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menambahkan, hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil panen yang diperoleh, tetapi juga nilai kebersamaan dan proses pembinaan masyarakat yang dibangun melalui program tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan ini perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanfaatan media sederhana seperti galon bekas hingga pengembangan metode budi daya yang lebih optimal agar hasil yang diperoleh dapat meningkat pada masa mendatang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan yang sangat baik dari pemerintah kota. Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan diterapkan di seluruh kelurahan di wilayah Jakarta Selatan,” imbuhnya.

Inggard berharap, program penanaman tersebut tidak hanya berfokus pada komoditas padi, tetapi dapat dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman lain, seperti palawija, tanaman dapur, dan tanaman obat-obatan.

“Kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Karena ini merupakan kegiatan menanam yang memerlukan waktu sekitar 110 hari hingga panen, maka akan terus dilakukan pemantauan dan kontrol. Kami juga akan menyumbang 100 galon dan pembiayaan perawatan untuk mendukung ini,” pungkasnya.

(Sumber: beritajakarta.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha