Home

MELON: Panen Lagi….Bupati Siak Bilang Dana Desa Harus Dorong PAD Kampung

"Alhamdulillah, ini salah satu bukti bahwa dana desa jika dikelola dengan baik dan tepat peruntukannya, mampu menambah pendapatan asli kampung," ujar Bupati Afni

Bupati Siak, Afni Zulkifli (Sumber: infopublik.id)

Siak, AGRINEWS – Pemerintah Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Riau, melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMkam) Buantan Mandiri kembali memanen buah melon hasil budi daya di Agro Siak Farm (14/6/2026).

Panen kedua ini menjadi bukti pemanfaatan dana desa yang produktif untuk meningkatkan pendapatan asli kampung (PAD).

Panen perdana tahap kedua ini dilakukan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli didampingi Penghulu Kampung Buantan Besar serta pengurus BUMkam Buantan Mandiri.

“Alhamdulillah, ini salah satu bukti bahwa dana desa jika dikelola dengan baik dan tepat peruntukannya, mampu menambah pendapatan asli kampung,” ujar Afni.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan perkebunan melon tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung lain di Kabupaten Siak untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki guna meningkatkan PAD kampung.

“Kampung-kampung kita masing-masing punya potensi PAD, tinggal bagaimana penghulu bersama masyarakat mampu bergerak dan menangkap peluang apa saja yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan PAD desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Penghulu Kampung Buantan Besar, Suwanto menambahkan, Agro Siak Farm Green House Melon mulai dikembangkan pada awal 2026 dengan modal awal sebesar Rp163 juta.

“Green House Melon ini modal awalnya Rp163 juta. Untuk pengelolaannya kami bekerja sama dengan kelompok masyarakat dengan sistem kontrak selama satu tahun. Nantinya pada akhir tahun akan dilakukan pembagian keuntungan,” ungkap Suwanto.

Ketua Pengelola Agro Siak Farm Melon, Siswanto, mengatakan bahwa usaha budi daya melon tersebut merupakan kerja sama antara BUMkam Kampung Buantan Besar dan kelompok pengelola.

Perkebunan melon dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan tiga unit greenhouse. Setiap greenhouse ditanami sekitar 1.000 batang melon sehingga total terdapat 3.000 batang tanaman.

“Alhamdulillah, dari satu greenhouse yang berisi 1.000 batang melon bisa menghasilkan sekitar 1,2 ton buah melon dengan harga jual Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Masa panen membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Jadi dari tiga greenhouse dapat menghasilkan sekitar 3,6 ton buah melon setiap panennya,” imbuh Siswanto.

Ia menambahkan, terdapat empat varietas melon yang dibudidayakan di Agro Siak Farm, yakni Sweet Lavender, Sweet Hami, Honey Globe, dan Skid Row.

Selain sebagai sentra produksi, kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai destinasi agrowisata edukatif bagi masyarakat.

“Kebun melon ini juga kami jadikan sebagai agrowisata. Jadi kebun ini kami buka untuk umum. Selain masyarakat bisa belajar budidaya dan melihat berbagai jenis melon, pengunjung juga dapat memetik langsung buah melon yang diinginkan. Nantinya buah yang dipetik akan ditimbang dan dibayar sesuai harga per kilogram berdasarkan jenis melon yang dipilih,” pungkasnya.

(Sumber: infopublik.id)

Exit mobile version