Jakarta, AGRINEWS โ Di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani, usaha ternak puyuh petelur kembali menjadi perhatian.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, telur puyuh juga memiliki pasar yang cukup luas, mulai dari angkringan, warung makan, UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), industri katering, hingga berpotensi menjadi salah satu sumber protein untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Lalu bagaimanakah gambaran sederhana usaha ini?
Sebagai simulasi, dalam populasi 1.000 ekor puyuh petelur:
โข Mulai bertelur pada umur 40โ45 hari.
โข Masa produktif bertelur 18 bulan.
โข Hen Day Production (HDP) 85%, artinya dari 1.000 ekor puyuh, rata-rata dihasilkan 850 butir telur setiap hari.
โข Berat telur sekitar 10 gram
โข Konsumsi pakan sekitar 23 gram/ekor/hari.
โข Harga telur Rp27.000/kg.
โข Harga pakan Rp7.500/kg.
โข Seluruh pekerjaan dilakukan sendiri.
๐๐ง๐ฏ๐๐ฌ๐ญ๐๐ฌ๐ข ๐๐ฐ๐๐ฅ
Total investasi diperkirakan sekitar Rp19,5 juta, dengan komposisi:
Pulet siap produksi: Rp12 juta (61,5%)
Kandang baterai: Rp6,5 juta (33,3%)
Peralatan (wadah pakan dan minum): Rp1 juta (5,2%)
๐๐๐ง๐๐๐ฉ๐๐ญ๐๐ง ๐๐ฎ๐ฅ๐๐ง๐๐ง
Dengan HDP 85%, produksi mencapai sekitar 255 kg telur per bulan.
Sumber pendapatan terdiri atas:
Penjualan telur: Rp6.885.000 (97,9%)
Penjualan kotoran: Rp150.000 (2,1%)
Total pendapatan sekitar Rp7.035.000 per bulan.
๐๐ข๐๐ฒ๐ ๐๐ฉ๐๐ซ๐๐ฌ๐ข๐จ๐ง๐๐ฅ
Struktur biaya menunjukkan bahwa pakan merupakan komponen yang paling dominan.
Pakan: Rp5.175.000 (83,8%)
Vitamin, obat, listrik, air, dan penyusutan: Rp1.000.000 (16,2%)
Total biaya operasional sekitar Rp6.175.000 per bulan.
HPP telur per kg: Rp24.215
Dengan asumsi tersebut, laba operasional diperkirakan sekitar ๐๐ฉ860.000 per bulan, atau margin laba bersih sekitar 12%.
Selain penjualan telur, peternak juga memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan kotoran sebagai pupuk organik, karung bekas pakan, serta penjualan puyuh afkir pada akhir masa produksi.
๐๐ข๐ฌ๐ข๐ค๐จ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฅ๐ฎ ๐๐ข๐ฉ๐๐ซ๐ก๐๐ญ๐ข๐ค๐๐ง
Dibalik peluang tersebut, puyuh merupakan unggas yang relatif sensitif.
Mudah mengalami stres akibat suara bising, perubahan lingkungan, maupun kehadiran orang yang tidak dikenal.
Gejala penyakit sering kali sulit dikenali pada tahap awal.
Jika terjadi outbreak, penyebaran penyakit dapat berlangsung sangat cepat dan berpotensi menyebabkan kematian dalam jumlah besar.
Fluktuasi harga pakan dan harga telur sangat memengaruhi keuntungan karena sekitar 84% biaya operasional berasal dari pakan.
๐๐๐ฌ๐ข๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐๐ง
Usaha puyuh petelur masih memiliki prospek yang baik, seiring permintaan alternatif lauk protein yang terus meningkat. Namun, keberhasilan usaha ini tidak hanya ditentukan oleh harga telur.
Produktivitas yang tinggi, efisiensi penggunaan pakan, biosekuriti yang ketat, serta kemampuan membangun pasar merupakan faktor yang menentukan keberlanjutan usaha.
*Aulia Ahmadi, Alumni Fapet UGM, Market Intelligence Feed & Poultry (Sumber: linkedin.com)
