Temanggung, AGRINEWS – 91 kelompok tani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerima bantuan 500.000 batang bibit kopi jenis Arabika, dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) APBN untuk lahan seluas 500 hektare.
Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan produksi kopi.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan. Pada program ini tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, Prau, serta wilayah Kaloran,” ujar Bupati Temanggung, Agus Setyawan (17/2/2026).
Agus mengatakan, bantuan tersebut diterima oleh 91 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan.
“Ini bukan jumlah yang kecil, ini adalah investasi besar untuk masa depan pertanian dan perekonomian Temanggung,” ungkap bupati.
Agus menambahkan, varietas kopi Arabika yang diberikan untuk bantuan adalah Sigarar Utang, Komasti, dan Lini S.
Ketiganya merupakan varietas kopi Arabika unggul nasional, yang telah terbukti memiliki kualitas dan potensi hasil yang baik.
“Kopi Arabika kita tanam, bukan hanya untuk menghasilkan buah berupa biji yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga sebagai tanaman konservasi,” imbuhnya.
Menurut bupati, tanaman kopi mampu menahan erosi lahan di lereng-lereng pegunungan, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan daya serap air di permukaan lahan.
“Dengan demikian, kita tidak hanya menanam untuk panen hari ini, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” tutur bupati.
Bupati menambahkan, setelah kopi ditanam, tanggung jawab belum selesai.
Justru di situlah pekerjaan utama dimulai, harus dilakukan pemeliharaan yang baik dan berkelanjutan, seperti pemupukan yang tepat, pemangkasan yang benar, serta pengendalian hama dan penyakit secara teratur agar hasil panennya optimal.
“Untuk menjaga kualitas kopi Temanggung dan memperkuat branding sebagai penghasil kopi yang enak dan berkualitas, saya mengajak seluruh petani untuk konsisten melakukan petik merah,” ujar Agus.
Bupati menambahkan, petani mesti memegang komitmen agar memanen buah yang benar-benar matang, karena kualitas rasa kopi sangat ditentukan dari cara panen dan pascapanennya.
“Mari kita jaga reputasi kopi Temanggung agar semakin dikenal, semakin bernilai, dan semakin membanggakan,” pungkasnya.
Agus berharap, program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi daerah, serta kelestarian lingkungan di lereng-lereng gunung.
(Sumber: jatengprov.go.id)
