Berita  

IDULADHA 2026: Sapi Kurban di Kalteng, Dipastikan Bebas PMK, 962 Ekor Sapi sudah Masuk

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Situros mengatakan, dalam dua bulan terakhir, 962 ekor sapi masuk ke Kalteng.

Pemeriksaan Kesehatan terhadap Sapi Kurban (Sumber: beritajakarta.id)
banner 120x600

Palangka Raya, AGRINEWS – Jelang Iduladha 1447 H/2026 M, Badan Karantina Indonesia (Barantin) Kalimantan Tengah memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kalteng.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sapi bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

banner 325x300

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Sitorus mengatakan, dalam dua bulan terakhir, 962 ekor sapi masuk ke Kalteng.

Sapi tersebut berasal dari sejumlah daerah zona hijau PMK, seperti Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Jawa Timur.

“Seluruh sapi yang masuk berasal dari wilayah zona hijau dan telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat,” ujar Sondang (11/5/2026).

Menurut Sondang, Barantin menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sesuai SK Deputi Karantina Hewan Nomor 17 Tahun 2026.

Setiap sapi harus dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asal sebelum diperbolehkan masuk ke Kalimantan Tengah.

Tim dokter hewan juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan klinis dan verifikasi dokumen secara menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh sapi dinyatakan sehat dan bebas gejala PMK, sehingga layak didistribusikan sebagai hewan kurban.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Sitorus (Sumber: infopublik.id)

“Jika ditemukan gejala sakit, sapi tidak akan diizinkan masuk. Kami memastikan seluruh hewan yang beredar aman untuk masyarakat,” ungkapnya.

Barantin berharap pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan ternak ini, mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban, sekaligus menjaga stabilitas sektor peternakan di Kalimantan Tengah.

Ketatnya pengawasan ini, mendapat respons positif dari peternak.

“Semua sapi dari Jawa, Kupang, Bima, hingga Sulawesi wajib masuk karantina dulu. Kalau belum sehat, tidak boleh masuk. Jadi pedagang dan pembeli sama-sama merasa aman,” ujar Sutikno, peternak sapi di Palangka Raya.

Sutikno menyatakan, tahun ini, minat masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini meningkat signifikan.

Dari total 106 ekor sapi yang didatangkan, seluruhnya telah dipesan pelanggan.

“Tahun ini peminatnya tinggi. Kami juga terus menjaga kondisi sapi agar tetap sehat sampai hari penyembelihan,” imbuhnya.

(Sumber: infopublik.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *