GABAH: Adopsi Metode Arkansas, Petani di Sambas, Kalbar Raup 1,3 Ton Gabah per Borong Lahan

Melalui adopsi Metode Arkansas dengan sistem tanam rapat, para petani setempat sukses mendongkrak produktivitas panen menggunakan varietas padi unggulan yang memiliki masa tanam relatif singkat

Panen Padi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Sumber: infopublik.id)
banner 120x600

Sambas, AGRINEWS – Penerapan inovasi teknologi pertanian dan optimalisasi lahan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), mulai membuahkan hasil.

Melalui adopsi Metode Arkansas dengan sistem tanam rapat, para petani setempat sukses mendongkrak produktivitas panen menggunakan varietas padi unggulan yang memiliki masa tanam relatif singkat.

banner 325x300

Keberhasilan sektor pertanian ini terlihat dalam agenda Panen Padi Varietas Thailand Jumbo di Desa Gelik, Kecamatan Selakau Timur (25/6/2026).

Varietas ini hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dari masa tanam hingga siap panen menggunakan mesin modern.

Panen raya di lahan milik Brigade Pangan GESER (Gelik–Seranggam) ini, mencatatkan angka produktivitas yang fantastis, yakni mencapai 1,3 ton gabah hanya dari satu borong lahan.

Capaian ini dinilai menjadi angin segar bagi penguatan ketahanan pangan daerah.

Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para petani dalam memanfaatkan teknologi pertanian dan menjaga semangat gotong royong di lapangan.

“Hasil panen mencapai 1,3 ton gabah dari satu borong lahan merupakan capaian yang sangat luar biasa. Keberhasilan pengelolaan lahan pertanian ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam memajukan sektor pertanian,” ujar Heroaldi.

Meski mencetak hasil positif, Pemkab Sambas mengingatkan adanya tantangan nyata seperti perubahan iklim dan kebutuhan perluasan akses irigasi.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan sarana dan prasarana penunjang.

“Setiap tahun kita terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Tidak hanya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga memastikan perawatan dan pemanfaatannya agar manfaat yang dirasakan petani dapat maksimal,” ungkap Heroaldi.

Sementara itu, Kepala Desa Gelik, Bantan Kusnata menambahkan, sekitar 95 persen wilayah desanya merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Ia mengimbau agar para petani mempertahankan lahan ketahanan pangan tersebut dan tidak mengalihfungsikannya menjadi perkebunan komoditas lain seperti kelapa sawit.

“Saya berharap sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan untuk mendongkrak sektor pertanian di Desa Gelik, sehingga ke depan Gelik mampu menjadi daerah swasembada pangan di Kecamatan Selakau Timur,” pungkas Bantan.

(Sumber: infopublik.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha