AYAM PETELUR: Dongkrak Ekonomi Warga dengan Usaha Peternakan, Hasilkan 100 Kg Telur Setiap Hari

Saat ini, BUMDesa mengelola 2.000 ekor ayam petelur dengan produksi rata-rata mencapai 100 kilogram telur per hari. Hasil produksi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang

Peternakan Ayam Petelur yang Dikelola BUMDesa) Usaha Bakti Manunggal, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Sumber: infopublik.id)
banner 120x600

Bojonegoro, AGRINEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Usaha Bakti Manunggal yang mengelola peternakan ayam petelur di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.

Keberadaan BUMDesa ini, turut meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), membuka peluang usaha, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat.

banner 325x300

Sejak beroperasi pada tahun 2021, BUMDesa Usaha Bakti Manunggal terus mengembangkan unit usaha peternakan ayam petelur dan produksi pakan ternak.

Upaya ini tidak hanya menciptakan sumber pendapatan bagi desa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, BUMDesa mengelola 2.000 ekor ayam petelur dengan produksi rata-rata mencapai 100 kilogram telur per hari.

Hasil produksi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang.

BUMDesa juga memproduksi pakan ayam dengan kapasitas 240 kilogram (kg) per hari.

Produk ini dipasarkan di Kecamatan Purwosari hingga sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro sehingga membantu peternak memperoleh pakan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Tak hanya itu, BUMDesa Usaha Bakti Manunggal mendukung Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) melalui pelatihan pembuatan pakan ayam bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain memberikan pelatihan, BUMDesa menyediakan pakan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Keberhasilan mengelola usaha peternakan tersebut menjadikan BUMDesa sebagai tempat belajar bagi masyarakat maupun kelompok yang ingin mengembangkan usaha ayam petelur.

Manfaat yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Desa, tetapi juga dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) BUMDesa guna mendukung kegiatan kemasyarakatan.

Ketua BUMDesa Usaha Bakti Manunggal, Lilik Sugiharto mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

“Kami ingin membuktikan bahwa BUMDesa bukan hanya tempat menjalankan usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya kembali kepada warga melalui peningkatan pendapatan desa, pelatihan, penciptaan peluang usaha, hingga dukungan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan. Inilah semangat kemandirian desa yang terus kami bangun bersama,” ujarnya.

Menurut Lilik, pengelolaan potensi desa secara profesional mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

(Sumber: infopublik.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha