PUPUK: Syukurlah…Petani Aceh Besar Terima Bantuan 2 Ton Pupuk Nonsubsidi

Pemerintah juga telah menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton, dengan rincian 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan sekitar 295 ribu ton untuk budi daya perikanan

Bantuan 2 Ton Pupuk Nonsubsidi untuk Aceh Besar (Sumber: infopublik.id)
banner 120x600

Aceh Besar, AGRINEWS – Petani di Kabupaten Aceh Besar, Aceh menerima bantuan 2 ton pupuk nonsubsidi dalam kegiatan Rembuk Tani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

banner 325x300

Bantuan dari PT Pupuk Indonesia ini, terdiri atas 1 ton pupuk Nitrea dan 1 ton pupuk Phonska Plus.

Penyerahan dilakukan dihadapan 300 petani yang mengikuti kegiatan Rembuk Tani tersebut.

Pemerintah berharap bantuan pupuk non subsidi tersebut dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi di tengah upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Menko Pangan mengatakan, pemerintah terus memastikan kebutuhan pupuk bagi petani terpenuhi dan distribusinya berjalan tepat waktu.

“Stoknya kita ada 1 juta lebih. Perintah Presiden, pupuk tidak boleh terlambat,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya (13/6/2026).

Zulhas menambagkan, hingga 12 Juni 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,15 juta ton, yang terdiri atas 831.297 ton pupuk subsidi dan sisanya merupakan pupuk nonsubsidi.

Pemerintah juga telah menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton, dengan rincian 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan sekitar 295 ribu ton untuk budi daya perikanan.

Hingga 11 Juni 2026, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 4.374.633 ton atau sekitar 44,4 persen dari total alokasi nasional.

Dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, perusahaan dinilai mampu memenuhi kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Besar, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 ditetapkan sebesar 22.472 ton.

Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran hingga 11 Juni telah mencapai 9.361 ton atau sekitar 42 persen, dengan sisa stok pupuk di lapangan sebanyak 776 ton.

Zulhas mengajak para petani untuk memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, termasuk subsidi dan jaminan ketersediaan pupuk, guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini memiliki prospek yang menjanjikan karena tingginya kebutuhan pasar terhadap berbagai komoditas pangan.

“Sekarang kalau punya lahan, tanam apa saja nanti laku. Tanam singkong laku, jagung laku, tebu laku, padi apalagi. Pertanian akan sangat menguntungkan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar rakyat lebih sejahtera,” imbuhnya.

(Sumber: infopublik.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha