Temanggung, AGRINEWS – Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung, Jawa Tengah, Hendra Prasetya menegaskan, program budi daya pertanian di lingkungan Rutan, merupakan wujud pembinaan kemandirian warga binaan serta mendukung ketahanan pangan.
“Program pembinaan kemandirian, sekaligus ketahanan pangan ini, merupakan bagian dari dukungan Rutan terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus termasuk dalam 15 program akselerasi pemasyarakatan. Di mana pada program ini, melibatkan warga binaan sebagai wujud pembinaan kemandirian. Tujuannya agar mereka punya bekal keterampilan dan bisa mandiri setelah bebas,” ujar Hendra Prasetya saat panen bawang merah varietas Batu Ijo bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) (26/1/2026).
Ia mengatakan, bibit bawang merah awal yang ditanam sekitar 50 kilogram, berhasil panen hingga 450 kilogram.
Sebagian hasil panen, sebagian disisihkan untuk bibit kembali serta kebutuhan bahan makanan di Rutan.
“Alhamdulillah, hasil panen pagi ini mencapai 450 kilogram, dari 50 kilogram bibit yang kita tanam. Hasil panen sebagian kami sisihkan untuk bibit kembali, dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan lima persen kebutuhan bahan makanan di Rutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan Rutan Temanggung tidak hanya menanam bawang merah, tetapi juga mencakup budi daya sayuran dan peternakan, baik di dalam maupun di luar area Rutan.
Program ini mendapat pendampingan dari DKPPP (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan – red.), mulai dari masa tanam hingga panen.
“Seluruh kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari DKPPP, termasuk penyuluhan sejak masa tanam hingga panen. Ke depan, Rutan Temanggung berencana melanjutkan kembali penanaman bawang merah, karena dinilai memberikan hasil yang positif,” ungkapnya.
Bekti Ramadhani, seorang warga binaan menyatakan, kegiatan pertanian tersebut memberinya pengalaman berharga dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas.
“Saya senang mengelola ini, rasanya seperti tidak dihukum. Bisa mengolah tanah dan belajar budi daya pertanian, maupun perikanan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, budi daya bawang merah menjadi pengalaman baru dan berniat menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Kalau bawang merah ini baru pertama kali. Nanti kalau sudah keluar, saya ingin fokus di pertanian. Bawang merah ini potensinya besar dan bisa jadi referensi selain cabai,” pungkasnya.
(Sumber: infopublik.id)
