Home

KOPI: Prospek Pasar Menjanjikan, Kabupaten Temanggung Dorong Pengembangan Arabika

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno mengatakan, pengembangan kopi Arabika mulai diterima dengan baik oleh petani, termasuk di wilayah sentra tembakau

Prospek Pasar Menjanjikan Kopi Arabika (Sumber: jatengprov.go.id)

Temanggung, AGRINEWS – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendorong diversifikasi komoditas pertanian sebagai upaya memperkuat ekonomi petani.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius, adalah kopi Arabika.

Kopi Arabika dinilai memiliki prospek pasar menjanjikan, dan cocok dikembangkan di kawasan pegunungan wilayah itu.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno mengatakan, pengembangan kopi Arabika mulai diterima dengan baik oleh petani, termasuk di wilayah sentra tembakau.

Menurutnya, pada tahun 2025 lalu, Temanggung memperoleh bantuan dari APBN untuk pengembangan kopi Arabika seluas 500 hektare.

Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani di kawasan lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tembakau.

“Kami juga menawarkan kopi Arabika sebagai alternatif untuk perkebunan tahunan. Tahun kemarin, kami mendapatkan bantuan APBN (pengembangan kopi) seluas 500 hektare, dan dibagikan di kawasan Sumbing, Sindoro, dan Prau, yang merupakan sentra tembakau. Alhamdulillah tidak ada penolakan dari petani,” ujar Sumarno (19/6/2026).

Sumarno menyatakan, beberapa tahun lalu, kopi belum menjadi komoditas yang menarik bagi petani, karena nilainya dianggap jauh di bawah tembakau. Namun kondisi tersebut kini berubah, seiring meningkatnya permintaan dan harga kopi Arabika.

“Dulu, mungkin kopi dianggap sepele, bahkan ada yang memandang sebelah mata, karena nilainya tidak setinggi tembakau. Sekarang kopi Arabika luar biasa. Harga cherry saja sudah mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram. Kalau sudah menjadi kopi siap seduh, tentu nilainya jauh lebih tinggi,” imbuhnya.

Selain kopi Arabika, DKPPP Temanggung juga terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura dan perkebunan lainnya, sebagai bagian dari strategi diversifikasi pertanian. Komoditas tersebut antara lain alpukat, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, kubis, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya.

Sumarno menambahkan, dukungan anggaran untuk sektor pertanian saat ini cenderung menurun.

Namun, pemerintah daerah tetap berupaya mempertahankan program pengembangan komoditas unggulan agar petani memiliki lebih banyak pilihan usaha tani yang menguntungkan.

“Kami terus mendorong berbagai komoditas alternatif, baik hortikultura, maupun perkebunan tahunan. Tujuannya, agar petani memiliki sumber pendapatan yang beragam, dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” pungkasnya.

(Sumber: jatengprov.go.id)

Exit mobile version