Home

Ketika 250 Ekor Entok Mengikuti Kontes Nasional, dari Kategori Hias, Lokal hingga Jumbo

Ratusan ekor entok dari berbagai penjuru tanah air mengikuti Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu tahun 2026. Total ada 250 ekor entok yang berpartisipasi dalam kontes kali ini

Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu Tahun 2026 (Sumber: pasuruankab.go.id)

Pasuruan, AGRINEWS – Ratusan ekor entok dari berbagai penjuru tanah air mengikuti Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu Tahun 2026.

Kontes ini digelar di Halaman Pasuruan Creative Center (PCC) Kabupaten Pasuruan alias Bangkodir Bangil (13/42026).

Ketua Panitia sekaligus Ketua Asosiasi Peternak Entok Pasuruan Raya, Nur Ardiansyah mengatakan, total ada 250 ekor entok yang berpartisipasi dalam kontes kali ini.

Mereka berlaga untuk kategori entok hias, entok jumbo, entok lokal, serta beberapa kategori lainnya yang disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing jenis entok.

Selama kontes berlangsung, seluruh entok dinilai oleh juri berpengalaman dengan memperhatikan aspek kesehatan, postur tubuh, keunikan, serta kualitas keseluruhan.

“Kalau klasifikasinya cukup banyak karena sesuai kategorinya. Contohnya entok jumbo ya berarti dari bobot badan, tinggi atau postur entok dan kesehatan,” ujar Nur Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, para peserta tidak hanya dari lokal Pasuruan saja, melainkan ada juga yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta.

“Paling banyak ya pasti dari Jawa Timur. Pasuruan lumayan banyak juga,” ungkapnya.

Digelarnya kontes entok nasional semata-mata untuk mendorong kemajuan sektor peternakan unggas lokal, khususnya entok.

Ardiansyah menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti kontes cukup banyak, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan ternak entok sebagai salah satu potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Lumayan banyak jumlahnya, dan kami ikut termotivasi untuk melaksanakan kontes lebih besar lagi di tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi menambahkan, pemerintah menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor peternakan lokal.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dinilai mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus promosi potensi unggulan daerah.

Terlebih, populasi entok terus berkembang tak hanya dibudidayakan untuk daging konsumsi saja, melainkan sebagai ternak hias yang bernilai jual tinggi.

“Ternyata luar biasa, utamanya entok jumbo karena bisa seberat 9,8 kg. Apalagi setelah ada kontes, banyak yang tertarik menjadi pembudidaya atau peternak entok,” pungkasnya.

(Sumber: pasuruankab.go.id)

Exit mobile version