JAGUNG: Panen Raya, Wujud Kemandirian Pangan di Desa Polengan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Wakil Bupati Magelang, Sahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Polengan yang dinilai mampu menghadirkan langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan.

Panen Raya Jagung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Sumber: beritamagelang.id)
banner 120x600

Magelang, AGRINEWS – Pemerintah Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar panen raya jagung dalam rangka Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal.

banner 325x300

Wakil Bupati Magelang, Sahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Polengan yang dinilai mampu menghadirkan langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Polengan dan masyarakatnya yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan di tingkat lokal,” ujar Sahid.

Sahid menambahkan, kegiatan panen raya ini merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi strategis antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, dalam hal ini PT Bintang Asia.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi model yang akan terus didorong untuk diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Magelang.

Kehadiran PT Bintang Asia sebagai mitra dinilai memberikan dampak signifikan, mulai dari penyediaan benih unggul hingga pendampingan teknologi pertanian.

Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas jagung, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani serta mendorong transfer pengetahuan menuju praktik pertanian yang lebih modern dan efisien.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas melalui benih unggul, memberikan rasa aman bagi petani dalam serapan hasil panen, serta mengedukasi petani agar lebih adaptif terhadap teknologi,” ungkap Sahid.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi pada 2026, Sahid menekankan pentingnya kemandirian pangan desa sebagai fondasi utama ketahanan wilayah.

Menurtunya, Desa Polengan memiliki potensi besar sebagai lumbung jagung, mengingat letaknya yang berada di lereng Gunung Merapi dengan kondisi tanah yang subur.

“Jika desanya kuat pangannya, maka kabupatennya akan sejahtera. Jika kabupatennya sejahtera, maka Indonesia akan berdaulat,” imbuh Sahid.

Sementara itu, Kepala Desa Polengan, Nur Widodo mengatakan, program ketahanan pangan yang dijalankan mencakup berbagai kegiatan terintegrasi, mulai dari pengadaan pupuk kristal non-kimia, penanaman jagung, hingga pengolahan hasil pertanian dan pengembangan peternakan ayam petelur.

Ia menyatakan, pelaksanaan program ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran desa, melainkan didukung oleh kemitraan dengan pihak swasta, khususnya PT Bintang Asia sebagai sponsor utama.

“Untuk mewujudkan desa yang berdaya, kami harus terus berinovasi, termasuk mencari mitra atau sponsor di bidang ketahanan pangan. Desa memiliki potensi lahan yang bisa dioptimalkan, terutama untuk pertanian sayuran dengan biaya operasional rendah namun bernilai jual tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, Desa Polengan juga mengembangkan program edukasi bagi para petani, khususnya dalam budi daya sayuran.

Program ini terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong diversifikasi komoditas pertanian.

(Sumber: beritamagelang.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *