Tangerang, AGRINEWS – Biaya pakan berkontribusi 60%-80% dalam membentuk Harga Pokok Produksi (HPP) unggas. Ketika harga pakan naik, dibarengi komponen produksi lainnya juga naik secara bersamaan, praktis mengerek HPP. Sementara harga jual ayam hidup sangat fluktuatif. Kondisi ini mengancam keberlanjutan usaha perunggasan nasional.
Untuk membedah gejolak harga pakan dan solusinya, Majalah TROBOS bersama Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) dan penyelenggara pameran ILDEX Indonesia mengadakan acara Indonesian Poultry Club & Seminar Perunggasan Nasional 2026 di ICE BSD Tangerang, 17 September 2026.
Tema yang diangkat adalah “Sinergi dan Strategi Menghadapi Gejolak Harga Pakan” dengan menghadirkan Ketum Permindo H. Kusnan, Ketum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Tevi Melviana, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari A.S. Hasbi Al-Islahi, Direktur Pakan, Ditjen PKH, Kementan Tri Melasari, U.S. Soybean Export Council (USSEC), Dr. Basilisa Reas, Technical Director, dan Andrew Darmawan. Key Account Manager Alltech. Bertindak sebagai moderator adalah Sugeng Wahyudi, Sekjen Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN).
Pakan Custom
Kenaikan harga pakan, menurut catatan GPMT, periode Mei 2025 – Agustus 2026 terakumulasi sebanyak Rp1.872/kg. Khusus Maret – Agustus 2026, akumulasi kenaikannya mencapai Rp1.257/kg. Sementara berdasarkan data Permindo, rentang harga jual ayam hidup sepanjang delapan bulan 2026 antara Rp16.347 – Rp24.519/kg. Jadi volatilitasnya Rp8.172/kg.
“Kondisi saat ini sangat berat, baik bagi peternak petelur, pejantan maupun broiler. Bagi peternak rakyat, kenaikan harga pakan bukan sekadar angka dalam tabel tapi ini menentukan apakah besok peternak masih bisa berproduksi atau tidak,” ungkap H. Kusnan.
Kusnan menghitung, dengan harga bibit ayam broiler (day old chick-DOC) Rp8.000/ekor, pakan Rp9.000-Rp9.500/kg, ditambah biaya operasional, maka HPP menyentuh hampir Rp24 ribu. Sementara harga acuan pembelian pemerintah minimal Rp19.500/kg.
“Jadi, kalau harga ayam hidup Rp24 ribu/kg, peternak yang berjibaku hampir sinag malam hanya menjadi kuli di kandang sendiri,” ujar dokter hewan alumnus IPB University ini.
Untuk menekan HPP, lanjut dia, Permindo mengadakan percobaan menggunakan pakan custom (pesanan khusus) broiler dengan pabrik pakan. Artinya, memilih bahan baku pakan untuk mencapai HPP tertentu, tapi kualitas pakan tidak terlalu jauh menurun.
“Supaya setara dengan kualitas pakan yang biasa kita pakai, kita top up dengan premix atau suplemen lain. Ini sudah berjalan dua bulan. HPP bisa turun Rp1.500-Rp2.000/kg dan harga pakan turun Rp500-Rp1.000/kg. Jadi, ketika HPP Rp20 ribu ditambah suplemen Rp1.000 dan harga ayam Rp23 ribu, maka masih ada margin Rp2.000/kg,” paparnya kepada AGRINEWS.
Pakan custom tersebut bisa menjadi salah satu solusi bagi peternak. Namun, menurut Kusnan, pemerintah perlu berperan sebagai offtaker hasil panen. Mungkin pembelian untuk cadangan pangan pemerintah. Selain itu juga perlu ada transparansi data, integrasi dan digitalisasi data serta perumusan kemitraan yang lebih baik.
Bahan Baku Melambung
Naiknya harga pakan terkait langsung dengan harga bahan baku pakan. Menurut Tevi, biaya produksi pakan terbentuk dari biaya bahan baku 85% dan teknologi 15%.
Industri pakan menghadapi tiga tantangan pada 2026. Bahan baku terdiri dari sumber karbohidrat, sumber protein, asam amino, vitamin dan mineral, plastik kemasan dan BBM. Semua harganya naik, baik yang bersumber lokal maupun impor karena terkait nilai tukar dolar AS. Nilai tukar dolar menguat 8,39% sepanjang 12 bulan.
“Untuk pakan broiler, 36%-nya bahan impor, yang 64% bahan lokal. Jika dirupiahkan, nilai yang 35% lebih besar daripada yang 64% karena kita bayar pakai dolar. Ketika jagung naik, sekarang Rp7.300-Rp7.500/kg, kita minta PT Berdikari mengimporkan gandum pakan untuk mengganti sebagian jagung. SBM yang dulu bebas diimpor, sekarang harus lewat BUMN (Berdikari),” bahas Tevi.
Tantangan ketiga adalah peraturan pemerintah. Misal, larangan impor jagung untuk pabrik pakan, pembelian gandum pakan dan SBM harus lewat satu pintu BUMN mulai 8 Mei 2026. Ketika harga seharusnya naik, pemerintah melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, meminta anggota GPMT menahan harga jual.
Dengan harga-harga seperti itu, “Bisnis feedmill berubah dari trading dan processing menjadi service dan processing, sekarang numpang lewat saja. Dulu sering silo penuh stok bahan baku, sekarang nggak bisa lagi,” imbuh alumnus S2 Peternakan Unsoed ini.
Untuk meningkatkan ketangguhan bisnisnya, anggota GPMT yang kini terdiri dari 51 perusahaan 110 pabrik di 10 provinsi melakukan berbagai langkah. Misal, diversifikasi bahan baku, manajemen stok bahan baku yang baik, digitalisasi dan teknologi, inovasi formula, membangun kemitraan yang kuat antara produsen pakan, petani, pemasok, dan pemerintah serta manajemen risiko dan berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian pasar
Impor SBM dan Gandum Pakan
Salah satu sumber kenaikan harga pakan adalah menguatnya harga SBM. SBM ini sepenuhnya bersumber dari impor karena di Indonesia tidak ada produksi minyak kedelai.
Dalam formulasi umum pakan broiler, SBM mendapat porsi 25%, sedangkan pada pakan ayam petelur (layer) 17%. GPMT memprediksi tahun ini produksi pakan akan mencapai 22 juta ton. Jadi, perkiraan kebutuhan SBM 4,1 juta ton dan jagung 9,265 juta ton.
Menurut Tevi, pola produksi jagung nasional pada tiga bulan akhir tahun sampai dua bulan awal tahun berikutnya umumnya rendah. Pihaknya telah mengantisipasi dengan mengajukan permintaan gandum pakan sebagai pengganjal pasokan jagung yang menipis.
“Kami mendapat penugasan mengimpor SBM 4,1 juta ton dan gandum pakan 1 juta ton. Masing-masing sudah terealisasi 84% dan 56%,” ungkap Hasbi.
Jangan khawatir, lanjut dia, peternak rakyat juga bisa memperoleh SBM melalui koperasi. Namun, koperasi harus mendapat verifikasi dari Ditjen PKH sebagai pihak yang layak mendapatkan pasokan. Berdikari menyiapkan 60 ribu ton SBM untuk peternak rakyat. Sebanyak 30 ribu ton masuk minggu keempat September ini dan 30 ribu ton lainnya bulan depan.
















