Bogor, AGRINEWS – Kebutuhan jagung untuk membuat pakan ternak terus meningkat.
Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, pada tahun 2025, produksi pakan ternak mencapai 20,3 juta ton.
Rinciannya, 63 persen pakan broiler, 16 persen pakan layer (petelur), dan 21 persen pakan unggas lain.
Untuk memproduksi pakan unggas tersebut, pabrik menyerap jagung sebanyak 7,536 juta ton atau 628 ribu ton per bulan.
Rata-rata proporsinya 43,3 persen dalam ransum pakan.
Jagung memang termasuk bahan baku utama dalam ransum pakan unggas.
Proporsinya sekitar 45 persen pada pakan ayam broiler (pedaging) dan 40 persen pada pakan ayam petelur.
Selain jagung, bahan baku lainnya adalah minyak sawit mentah (CPO), bungkil inti sawit, dedak, bekatul, vitamin, mineral, bungkil kedelai, bungkil jagung (DDGS), dan bahan impor lainnya.
Tahun 2026, GPMT memproyeksikan kebutuhan jagung bakal menyentuh angka 9,265 juta ton atau 772 ribu ton per bulan dengan kadar air 14 persen -15 persen.
Proporsinya 53,2 persen.
Saat ini terdapat 110 unit pabrik pakan yang tersebar di 10 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Kapasitas terpasangnya mencapai 30,5 juta ton/tahun.
Di wilayah sentra produksi jagung yang belum ada pabrik, pelaku usaha pengolah jagung atau pabrik pakan biasanya memiliki fasilitas pengering jagung (corn dryer).
Setelah dikeringkan sampai memenuhi standar, jagung lantas dikirim ke pabrik.
CPI melalui anak usahanya, PT BISI International Tbk., produsen benih jagung, menjalin kemitraan dengan kelompok tani (corn grower/GGR) untuk memasok jagung langsung ke pabrik pakan.
Untuk mendapatkan jagung segar berkualitas baik, perusahaan membatasi lokasi kebun jagung maksimal radius 200 km atau jarak maksimal pengiriman 6 jam dari pabrik atau fasilitas pengering.
Dalam kemitraan ini, perusahaan menyediakan benih jagung hibrida, pupuk, dan pestisida.
Sementara para petani mitra dijanjikan mendapat jaminan pasar sesuai kualitas dan kesepakatan, prioritas antrean dan pembongkaran lebih cepat, pendampingan dari tim CPI dan BISI sejak di lapangan hingga pembayaran, serta transparansi informasi terkait harga, kualitas, timbangan, dan pembayaran.
Tertarik menjadi mitra? Anda bisa menghubungi kontak di area terdekat.
















