Pekalongan, AGRINEWS – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyiapkan pengembangan pusat pembenihan padi Biosalin, untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Rencana ini berjalan seiring dengan pemanfaatan lahan eks rob untuk budi daya padi Biosalin, di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, penanganan banjir dan rob di wilayah tersebut, membuka peluang pemanfaatan lahan untuk pertanian.
“Alhamdulillah, dengan penanganan banjir dan rob, terutama di Pekalongan Utara, di Klidungan, Degayu, kita sudah siap lahan hampir 100 hektare, dan sekarang sudah ditanam 56 hektare. Ini tentunya dengan dukungan semuanya, terutama dari BI untuk persiapan benih dan lainnya,” ujar Aaf, saat dikonfirmasi (14/8/2026).
Menurut Aaf, pusat pembenihan diperlukan karena ketersediaan benih padi Biosalin saat ini masih bergantung pada produksi dari luar daerah.
Sejauh ini, pembenihan padi Biosalin masih terpusat di Bogor.
Sementara itu, Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menambahkan, kebutuhan benih Biosalin di wilayah Pantura Jawa Tengah cukup besar.
Karena itu, Pemkot Pekalongan mengembangkan kemampuan produksi benih dengan pendampingan Balai Besar Sertifikasi Benih Jawa Tengah, agar benih yang dihasilkan dapat tersertifikasi dan didistribusikan ke wilayah Pantura.
“Ini sudah didampingi dan sudah bisa menghasilkan benih padi Biosalin. Kemarin lebih dari 5 ton untuk benih, separuh untuk benih dan separuh nanti untuk beras,” ungkap Lili.
Lili menambahkan, pengembangan pembenihan dilakukan untuk memperkuat ketersediaan benih, sekaligus mendukung pemanfaatan lahan eks rob.
“Tidak hanya itu, diharapkan bisa membuka peluang Kota Pekalongan menjadi salah satu sentra pembenihan padi Biosalin di Pantura Jawa Tengah,” imbuhnya.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengapresiasi rencana pengembangan pembenihan tersebut.
Menurutnya, upaya menjadi produsen benih membutuhkan proses dan dukungan berbagai pihak.
Dukungan itu, antara lain datang dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan, melalui pengumpulan wakaf untuk mendukung pembenihan padi Biosalin.
“Dalam waktu kurang dari sepekan pada acara Festival Bubur Suro kemarin, wakaf yang terkumpul mencapai Rp74 juta, dan akan dimanfaatkan untuk mendukung pembenihan padi Biosalin,” pungkas Bimala.
(Sumber: jatengprov.go.id)
















