Lumajang, AGRINEWS – Djodog Kaffe menggelar Edukasi Pengolahan Kopi Robusta Senduro di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (21/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan proses pengolahan kopi robusta Senduro, serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai tambah komoditas kopi lokal.
Owner Djodog Kaffe, Riki mengatakan, peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses pengolahan kopi, pengenalan produk, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor kopi.
“Kegiatan ini berisi edukasi kopi, testimoni pembuatan kopi, pengenalan produk kopi Djodog Kaffe dan target pemasarannya. Kemudian dilanjutkan minum kopi bersama serta belanja produk kopi robusta Senduro,” ujarnya.
Menurut Riki, kualitas kopi tidak hanya ditentukan saat proses penyeduhan, tetapi dimulai sejak pemetikan buah, pengolahan pascapanen, penyangraian, hingga penyajian kepada konsumen.
Ia menyatakan, edukasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kopi lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk kopi daerah di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar semakin banyak orang memahami nilai tambah yang dimiliki kopi lokal,” ungkapnya.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang mencatat produksi kopi robusta pada 2025 mencapai 1.832,29 ton dari luas areal sekitar 4.003,70 hektare.
Angka tersebut menempatkan kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam menopang perekonomian masyarakat di wilayah lereng dan dataran tinggi Lumajang.
Selain edukasi bagi masyarakat umum, Djodog Kaffe juga berencana mengembangkan program pembelajaran bagi generasi muda melalui workshop gratis yang menyasar siswa SMA, SMK, dan mahasiswa.
“Ke depan, kami berencana mengadakan workshop gratis yang menyasar siswa kelas XII SMA, SMK, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lumajang,” imbuhRiki.
Melalui program tersebut, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai peluang profesi di industri kopi, mulai dari barista, roaster, pengolah produk, pengelola kedai, pemasaran, hingga pengembangan wisata berbasis kopi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kopi lokal sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan potensi kopi sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan identitas daerah.
(Sumber: infopublik.id)
















