PADI BIOSALIN: Jelang Kemarau, Petani Pesisir di Pekalongan Utara, Diimbau Tanam Padi Biosalin

Para petani di wilayah Pekalongan Utara, Jawa Tengah, diimbau untuk mulai menanman varietas padi biosalin, khususnya saat memasuki musim kemarau

lustrasi: Tanaman Padi di Sawah (Sumber: jatengprov.go.id)
banner 120x600

Pekalongan, AGRINEWS – Para petani di wilayah Pekalongan Utara, Jawa Tengah, diimbau untuk mulai menanman varietas padi biosalin, khususnya saat memasuki musim kemarau.

Varietas tersebut dinilai lebih mampu beradaptasi dengan kondisi lahan pesisir yang memiliki kadar garam tinggi.

banner 325x300

Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara, Lazim Sofi mengatakan, penanaman varietas padi biosalin merupakan langkah antisipasi terhadap potensi gagal panen yang kerap terjadi, saat pasokan air tawar berkurang di musim kemarau.

Berbeda dengan padi nonbiosalin yang relatif rentan terhadap kadar garam tinggi, padi biosalin memiliki ketahanan yang lebih baik, sehingga peluang keberhasilan panen lebih besar.

Selain memiliki ketahanan terhadap salinitas, budi daya padi biosalin juga didukung penggunaan pupuk khusus yang lebih efisien dalam proses pemupukan, dibandingkan dengan pupuk lainnya.

“Budi daya padi biosalin juga menggunakan pupuk khusus Tasnim, dengan tambahan urea dan NPK yang sangat sedikit sehingga tetap efisien bagi petani,” ujarnya (11/3/2026).

Lazim menambahkan, pada musim penghujan ini seperti sekarang, tingkat salinitas di wilayah Pekalongan Utara masih relatif rendah, yakni 2 hingga 5 ppt.

Meski demikian, penggunaan padi biosalin tetap direkomendasikan, sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi lahan yang lebih asin saat musim kemarau tiba.

Dengan perlakuan budi daya yang tepat serta dukungan pemupukan yang sesuai, padi biosalin diproyeksikan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan di kawasan pesisir Pekalongan, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

Sementara itu, 20 hektare lahan sawah padi biosalin di Kelurahan Degayu dan Krapyak, siap memasuki panen perdana 2026.

Lazim mengatakan, produktivitas padi biosalin pada musim tanam ini cukup menjanjikan. Hasil panen diperkirakan mencapai 6 hingga 7,5 ton per hektare.

Meski demikian, terdapat sebagian kecil lahan yang mengalami puso atau gagal panen.

Namun secara umum, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para petani, untuk terus menanam padi biosalin di musim tanam berikutnya.

Selain produktivitas yang cukup baik, kualitas beras dari padi biosalin tidak berbeda jauh dengan beras pada umumnya.

“Secara rasa tidak jauh berbeda dengan beras biasa. Tetap pulen dan enak saat dimakan, sehingga petani juga semakin yakin untuk menanam varietas ini,” jelas Lazim.

(Sumber: jatengprov.go.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *