Lumajang, AGRINEWS – Kabupaten Lumajang, secara geografis terletak pada posisi 112 derajat – 113 derajat Bujur Timur dan 7-54 derajat Lintang Selatan, dengan luas 1.790,98 km persegi.
Lumajang, merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Jawa Timur yang memilki wilayah kelautan dan pesisir.
Laut Kabupaten Lumajang merupakan perairan Samudera yang terbuka.
Perairan ini menjadi semakin luas dengan diberlakukannya Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) selebar 200 mil laut dari garis pantai.
Meskipun perairan ini merupakan bagian dari Samudera Indonesia yang kaya akan sumber daya perikanan, namun tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah.
Panjang pantai Selatan Kabupaten Lumajang sekitar 75 km membentang dari Kecamatan Yosowilangun sampai Kecamatan Tempursari, adapun jumlah desa yang tergolong Desa Pantai sebanyak 12 Desa Pantai.
Desa-desa di pantai ini akan menjadi pijakan utama pengelolaaan wilayah pesisir dan kelautan.
Perairan Laut Lumajang merupakan bagian perairan Samudera Indonesia dengan kekayaan sumber daya perikanan yang cukup besar.
Kekayaan jenis sumber daya perikanan di perairan laut Lumajang, memiliki jenis-jenis ikan komoditi ekonomis penting dari hasil tangkapan nelayan, jenis ikan dominan pelagis yaitu jenis tuna, tongkol, tuna, cakalang, layaran, lemuru, teri, kembung.
Sedangkan jenis ikan domersal yang dominan, yaitu ikan cucut, tengiri, baronang, kakap, kerapu, udang barong, udang windu, dan udang putih.
Selain itu, di wilayah Pantai Selatan Lumajang terdapat benur windu, putih, nener bandeng, nener ikan kerapu dan lain-lain.
Potensi sumber daya perairan tawar (sawah, kolam, pekarangan) dengan luas 15.000 hektare baru dimanfaatkan usaha budidaya air tawar seluas 360 hektare, dengan komoditi unggulan lele, gurame, nila, ikan hias, bawal tawar, tombro, katak, patin dan lain-lain.
Potensi danau dan rawa di Kabupaten Lumajang mencapai 728 hektare.
Lokasi ini dimanfaatkan bidang usaha perikanan karamba jaring apung dengan komoditas ikan nila gift, tombro dan tawes.
Selain itu perairan umum seperti sungai, saluran irigasi dan dam, dimanfaatkan untuk pengembangan usaha budi daya perikanan dengan karamba beton, karamba bambu serta penangkapan ikan.
Keberadaan sumber daya perikanan yang demikian besar, merupakan peluang bagi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat dan wahana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ikan memiliki peran penting sebagai sumber energi protein dan variasi nutrien esensial yang menyumbang sekitar 20 persen dari total protein hewani.
Kabupaten lumajang yang terletak di bagian Selatan Provinsi Jawa Timur ini, memiliki banyak protensi sumber daya perikanan, diantaranya perikanan tangkap (laut dan darat), perikanan budi daya, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Hal ini dibuktikan dengan panjang pantai di Selatan Kabupaten Lumajang, yaitu 42,5 km yang membentang mulai dari Kecamatan Yosowilangun hingga ke Kecamatan Tempursari dengan 12 desa, sehingga Kabupaten Lumajang memiliki sumber daya perikanan tangkap yang cukup besar.
Komoditas ikan yang dihasilkan dari tangkapan nelayan di daerah pesisir Kabupaten Lumajang, yaitu ikan tongkol, kembung, lemuru dan layur.
Selain itu, luas lahan potensi budi daya yaitu 33,46 km2, yang dimanfaatkan sebagai lahan untuk budi daya perikanan secara intensif maupun semi intensif dengan komoditas terbanyak yang dibudidayakan yaitu ikan lele, gurame, nila dan udang vaname.
Untuk pengolahan hasil perikanan terbanyak di Kabupaten Lumajang, yaitu olahan ikan pindang.
Jumlah produksi perikanan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
Jumlah produksi perikanan tangkap di perairan laut Kabupaten Lumajang pada tahun 2020, tercatat sebesar 5.517,409 ton, tahun 2021 sebesar 5.656,557 ton.
(Sumber: diskan.lumajangkab.go.id)