MELON: Asyiknya…Panen, Buktikan Adanya Potensi Lahan Gambut di Siak, Riau

Bupati Siak, Afni Zulkifli mengapresiasi inovasi para petani yang berhasil membudidayakan melon berkualitas di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari lima meter.

Panen Melon dengan Memanfaatkan Lahan Gambut di Kabupaten Siak, Riau (Sumber: infopublik.id)
banner 120x600

Siak, AGRINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Riau mendorong pemanfaatan lahan gambut secara produktif dan ramah lingkungan.

Upaya ini ditunjukkan melalui panen perdana melon hasil budi daya Kelompok Tani Cemerlang di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun.

banner 325x300

Tempat ini membuktikan, bahwa lahan gambut dapat dikembangkan menjadi sentra hortikultura dengan pengelolaan yang tepat.

Bupati Siak, Afni Zulkifli mengapresiasi inovasi para petani yang berhasil membudidayakan melon berkualitas di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari lima meter.

Selain melon, kelompok tani juga mengembangkan mentimun dan semangka melalui sistem tumpang sari.

Menurut Afni, karakter lahan bukan menjadi hambatan selama dikelola secara serius dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Lahan gambut tidak boleh dibakar. Justru dengan dimanfaatkan untuk pertanian, lahan menjadi lebih terkelola sekaligus membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Afni (15/7/2026).

Afni mengatakan, Pemkab Siak siap mendukung pengembangan pertanian di lahan gambut melalui penyediaan bantuan alat dan mesin pertanian sesuai kebutuhan kelompok tani.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Cemerlang, Yusuf menambahkan, keberhasilan budi daya tanaman hortikultura di lahan gambut, didukung pengelolaan tingkat keasaman tanah menggunakan dolomit.

Cara tersebut membuat tanaman mampu menyerap nutrisi secara optimal dengan penggunaan pupuk kimia yang relatif minim.

Saat ini, Kelompok Tani Cemerlang membudidayakan sekitar 250 batang melon, 300 batang mentimun, dan 600 batang semangka.

Menurut Yusuf, tanaman merambat lebih sesuai dikembangkan di lahan gambut karena kondisi tanah yang lembap dan mampu menyimpan air lebih lama.

Selain menghasilkan komoditas hortikultura, kelompok tani juga membangun embung sebagai cadangan air untuk irigasi.

Fasilitas tersebut sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Keberhasilan Kelompok Tani Cemerlang menjadi bukti bahwa lahan gambut tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pangan dan penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan pertanian hortikultura yang produktif dan berkelanjutan.

(Sumber: infopublik.id)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha