IDULADHA 2026: Lampung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak

Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah

FGD Pengawasan Kesehatan Hewan di Lampung (Sumber: FB:Ditjen PKH Kementan RI)
banner 120x600

Lampung, AGRINEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya lalu lintas ternak, serta menjamin keamanan produk hewan yang beredar di masyarakat.

banner 325x300

Lampung memiliki posisi strategis sebagai jalur utama distribusi ternak antara Sumatra dan Jawa.

Jelang Iduladha, pergerakan hewan dipastikan meningkat tajam, sehingga pengawasan di lapangan perlu diperketat.

Setiap pergerakan ternak dan produk hewan, harus dilengkapi sertifikat veteriner sebagai bukti kesehatan.

Tak hanya itu, kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular dan potensi cemaran mikroba, juga harus ditingkatkan demi melindungi peternak dan konsumen.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana mengatakan, ancaman penyakit hewan masih menjadi perhatian serius, termasuk potensi masuknya penyakit baru.

“Kita tidak boleh lengah. Saat ini terdapat potensi masuknya penyakit seperti PMK serotipe SAT1 dan PPR yang sudah ada di beberapa negara Asia. Walaupun belum ditemukan di Indonesia, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama melalui pengawasan lalu lintas ternak dan pelaporan dini dari lapangan sebagai bagian dari early warning system,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung (16/4/2026).

FGD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung (16/4/2026) (Sumber: FB:Ditjen PKH Kementan RI)

Suryantana menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam program vaksinasi dan pelaporan kasus sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Anwar Bahri menambahkan, pengawasan tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara dinas, karantina, laboratorium, tenaga medis veteriner, hingga pelaku usaha. Dengan sinergi ini, kita optimis pengawasan akan lebih efektif, terutama menjelang Idul Adha yang mobilitas ternaknya sangat tinggi,” imbuhnya.

Dari sisi teknis, perhatian juga diarahkan pada peningkatan vaksinasi PMK serta pengawasan jalur masuk ilegal, khususnya di wilayah pesisir timur Sumatra.

Data menunjukkan, tren pemotongan ternak di Lampung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada periode tahun 2024–2025, pemotongan sapi naik 10,1 persen, sedangkan kambing melonjak hingga 24,9 persen.

Kenaikan ini sejalan dengan tingginya kebutuhan masyarakat, terutama saat hari besar keagamaan.

Dari kalangan akademisi dan pelaku usaha, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong pertumbuhan subsektor peternakan.

Mereka mengingatkan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi pemotongan betina produktif.

Sementara Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Lampung menyatakan kesiapan mendukung pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah pemotongan melalui penugasan dokter hewan di berbagai wilayah.

(Sumber: FB:Ditjen PKH Kementan RI)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *