KAPGAMA UGM: Gelar Halal Bihalal, Diskusi Kondisi Industri Peternakan Terkini di Tanah Air

Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA) menggelar halal bihalal di Tangerang Selatan, Banten (12/4/2026). Ketua KAPGAMA, Achmad Dawami menyatakan, industri peternakan saat ini, berada dalam sorotan pemerintah karena perannya yang sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan di masyarakat

Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Gelar Halal Bihalal (Sumber: Istimewa)
banner 120x600

Tangerang Selatan, AGRINEWS – Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA) menggelar halal bihalal di Tangerang Selatan, Banten (12/4/2026).

Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi antaralumni Fakultas Peternakan UGM, namun sekaligus menjadi ruang diskusi strategis mengenai dinamika dan tantangan industri peternakan nasional, khususnya sektor perunggasan.

banner 325x300

Ketua KAPGAMA, Achmad Dawami menyatakan, industri peternakan saat ini, berada dalam sorotan pemerintah karena perannya yang sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan di masyarakat.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Dawami mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau.

Meski demikian, tokoh perunggasan nasional ini menilai, masih ada persoalan struktural yang perlu dibenahi.

Salah satunya, adalah panjangnya rantai distribusi dari peternak hingga ke konsumen akhir.

“Rantai distribusi yang panjang menyebabkan disparitas harga yang cukup tinggi antara tingkat peternak dan konsumen. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu diselesaikan melalui integrasi sistem yang lebih efisien,” ujarnya.

Dawami juga menyoroti pentingnya sinergitas antara tiga pilar utama dalam pembangunan sektor peternakan.

Yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi di perguruan tinggi.

KAPGAMA, Media Komunikasi Antaralumni Fapet UGM (Sumber: Istimewa)

Dalam koridor ini, Universitas Gadjah Mada memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang peternakan.

Terkait dengan hal ini, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menambahkan, kontribusi perguruan tinggi dan alumni memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan industri perunggasan di Indonesia.

Prof. Budi mencontohkan, perkembangan teknologi dan manajemen produksi telah meningkatkan efisiensi secara signifikan.

Bila sebelumnya ayam membutuhkan waktu hingga 68 hari untuk mencapai bobot 2 kilogram, kini hanya memerlukan sekitar 28–30 hari.

“Peningkatan efisiensi ini merupakan hasil dari kemajuan teknologi, riset, dan inovasi yang tidak lepas dari kontribusi perguruan tinggi seperti UGM, serta alumni yang berkiprah langsung di industri,” imbuhnya.

Momentum halal bihalal juga menjadi refleksi bagi para alumni untuk terus memperkuat kontribusi dalam pembangunan sektor peternakan nasional.

Berbekal keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi, sekaligus menjembatani kepentingan antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *