Temanggung, AGRINEWS – Puluhan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bisa bernapas lega.
Diusulkan sejak tahun 2019 dan menunggu hampir delapan tahun, Embung Geblog, akhirnya terealisasi dan resmi dimanfaatkan pada tahun 2026 ini.
Kepala Desa Geblog, Utomo menyatakan, keberadaan embung itu sangat penting, karena wilayahnya dikenal sebagai daerah tanah kering.
Saat musim kemarau, ratusan hektare lahan perkebunan warga sering mengalami kekeringan.
“Dulu kalau kemarau, petani harus mengambil air dari bawah. Ada yang pikul, ada yang pakai motor bahkan mobil. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer,” ujarnya pada hari Senin (23/2/2026).
Dulu, biasanya petani membawa air dengan jeriken dan sejenisnya, kemudian memasukkan air ke tandon hingga 500 liter untuk menyiram tanaman.
Mereka hanya mengeluarkan ongkos bensin atau tenaga tambahan.
Dari tandon air itulah, lahan petani bisa mendapatkan air.

Kini, embung yang dilengkapi pompa dan toren penahan, memungkinkan air dialirkan langsung ke lahan kebun.
Tanaman seperti kopi, durian, alpukat, hingga pisang, bisa disiram lebih mudah saat kemarau.
Utomo menambahkan, keberadaan embung sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.
“Kalau air tersedia, hasil panen lebih stabil dan biaya petani berkurang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulya, Suyadi Suryaputra menambahkan, sedikitnya 60 petani tergabung dalam kelompoknya, dengan sekitar 30 hektare lahan yang berada di sekitar embung.
“Dulu sering ada tanaman layu, bahkan gagal panen karena kekurangan air, terutama durian dan alpukat. Sekarang petani senang sekali, karena ini sudah lama dinanti,” tuturnya.
Menurutnya, kekurangan air akibat belum adanya embung bisa berdampak pada pembungaan, hingga membuat buah gagal berkembang.
Dengan adanya embung, pasokan air lebih terjamin sehingga produktivitas diharapkan meningkat.
Petani dan masyarakat senang dengan adanya embung, karena air tidak akan lagi jadi kendala, terutama saat musim kemarau tiba.
Terlebih nanti, masyarakat juga bisa memanfaatkan embung untuk wisata.
“Tentunya masyarakat sangat berterima kasih sekali kepada pada pemerintah, yang sudah mengucurkan dana. Alhamdulillah sekali, ternyata terbukti di sini sudah dibangunkan. Alhamdulillah, sangat berterima kasih sekali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
(Sumber: jatengprov.go.id)
















